Senin, 08 Januari 2018

PENISTAAN CINTA BERKEDOK PACARAN



Cinta, apa sih itu cinta? Cinta itu sebuah perpaduan rasa suka dan kasih sayang, beda tipis dengan nafsu. Kadang cinta datang dengan sendirinya, nafsu juga begitu. Mari kita lihat makna cinta dari sudut pandang pacaran.

Pacaran di era ini merupakan sesuatu yang populer bagi kalangan remaja. Alih-alih disatu pihak ingin mengungkap rasa cinta, pasangan yang dicinta justru memanfaatkan momennya untuk nafsu birahi semata. Cinta dijadikan alasannya untuk menjalin suatu status bernama “Pacar”, tapi kenyataannya hubungan yang dijalin hanya berdasarkan dorongan nafsunya yang masih labil.

Tak bisa dipungkiri, banyaknya wanita hamil diluar nikah karena pacaran. Bahkan setelah salah satu pasangan merasa sudah terpenuhi segala birahinya, dia pun mulai bosan dan ingin meninggalkan pasangannya. Itu kah yang dinamakan cinta dalam pacaran? Tentu tidak!

Saya pernah mendengar beberapa pengalaman teman saya yang pacaran kandas ditengah jalan. Kenapa tidak dari pengalaman saya? Ouh, saya tak pernah pacaran karena saya generasi cowok yang gak peka dan hanya senang mengoleksi gebetan sebagai buai hasrat penyemangat belaka. My soul is FREEDOM.

Kembali lagi kepada pengalaman teman saya, saya punya beberapa teman yang sering cerita dan bisa dibilang curhat. Menceritakan kisah hubungan asmaranya dalam hal pacaran, tentang pacarnya yang kelakuannya begini dan begitu sampai-sampai jenuh pun tiba.

Wah, saya menyadari ternyata pacaran ada titik jenuhnya juga. Tetapi saya sadari kalo memang itu karena cinta, tak akan ada yang namanya kejenuhan. Kenapa saya bilang begitu? Lihat saja cinta orang tua terhadap anaknya, anak terhadap orang tuanya, cinta Tuhan Yang Maha Esa kepada makhluknya, dan bahkan cinta manusia terhadap Tuhannya. Apakah orang tua bosan mencintai kita? Apakah Tuhan bosan mencintai makhluknya? Dan sebaliknya? Tidak ada kan!

Nah, jadi masalahnya ini adalah sebuah hubungan yang mengikat cinta itu. Kenapa cinta harus diikat? Biarlah dia terbang bebas bak burung yang melayang di angkasa. Cinta itu bagaikan menghitung jutaan bintang di langit, artinya buang-buang waktu saja. Memang buang-buang waktu tetapi tak apa jika waktu terbuang untuk seorang yang di cinta, terutama terhadap Tuhan YME dan dengan pasangan hidup kita.

Buat apa mencintai jodoh orang lain lewat status pacaran, apakah kalian para pencari cinta berpikir demikian? Sia-sia lah hidup mereka, setelah membuang waktunya dalam status ilegal bernama pacaran. Lalu mendekati maksiat lewat alibi cinta itu.

Ketahuilah teman-teman jika pun cinta mu murni, miliki dia seutuhnya lewat pernikahan atau lepaskan dia dalam kenangan. Hanya ada 2 pilihan ! Jangan setengah-setengah mencintai seseorang. Hanya mencintai lewat status pacaran itu bagaikan menyimpan buah mentah didalam sebuah peti dan menunggunya hingga matang. Enak mana buah matang yang disimpan didalam peti dibandingkan buah yang matang ranum langsung dari pohonnya? Seperti itulah perumpamaannya pacaran.

Tak hanya kalangan remaja, bahkan anak yang masih ingusan pun tertular virusnya. Nah, betapa ironisnya pacaran itu, apakah masih bisa dibilang pacaran para bocah ini karena cinta? Bocah kok sudah mengenal cinta. Ketahui lah para bocah itu hanya mengikuti Trend kekinian saja. Akibat pacaran itu juga, remaja yang baru pubertas menyalurkan hasratnya yang menggebu-gebu terhadap pacarnya. Ironis !

Semua orang bisa mendeskripsikan apa itu cinta lewat berbagai presepsi, tetapi bagi saya cinta itu tak bisa diungkap dengan kata-kata. Cinta datang dan timbul dengan sendirinya? Bisa jadi ! dan bisa jadi juga yang anda rasakan itu bukan cinta tetapi nafsu, berkacalah dan ingat satu hal bahwa cinta dan nafsu itu beda tipis. Jika memang anda cinta dia, miliki lah dia seutuhnya dalam hubungan halal atau tinggalkan, jangan miliki dia hanya sebatas pacaran yang caranya memiliki itu setengah-setengah. Welcome di Era Kids Jaman Now.

                                                                                                                                 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar