Siang guys.. !
Ya oke, kali ini pembahasan yang saya akan bawa cukup serius.. jadi dimohon para pembaca agar tidak tegang (badannya dan anu nya// anu nya siapa hayoo?? ).
Diharapkan, untuk para pembaca ku tercinta (hoekk) untuk menyiapkan seduhan kopi atau pun teh. kalo tidak ada? minta sama temen mu aja ya!
Tanpa banyak basi-basi lagi sebelum basi, langsung saja kita simak artikel gaje saya ini. Kuy kuy Cekidottt... !!
mutlak! kenapa saya bilang begitu? karena jika suatu kebenaran itu disebut relatif yang dalam artian menurut perspektif masing-masing individu maka. . .
Ya oke, kali ini pembahasan yang saya akan bawa cukup serius.. jadi dimohon para pembaca agar tidak tegang (badannya dan anu nya// anu nya siapa hayoo?? ).
Diharapkan, untuk para pembaca ku tercinta (hoekk) untuk menyiapkan seduhan kopi atau pun teh. kalo tidak ada? minta sama temen mu aja ya!
Tanpa banyak basi-basi lagi sebelum basi, langsung saja kita simak artikel gaje saya ini. Kuy kuy Cekidottt... !!
Kebenaran itu relatif atau mutlak?
mutlak! kenapa saya bilang begitu? karena jika suatu kebenaran itu disebut relatif yang dalam artian menurut perspektif masing-masing individu maka. . .
-> contoh : jika ada sebuah handphone.. orang yang melihat handphone itu dari samping akan menyebutnya panjang, dan orang yang melihatnya dari depan akan menyebutnya lebar. mereka berdua benar, -
Maka itu belum mencapai tahap kebenaran yang sebenarnya. Karena apa? kebenaran itu bisa dikatakan benar jika semua sepakat itu benar.. seperti handphone tadi.
Jika melihat dari sudut pandang mereka, maka tentu saja akan menimbulkan perspektif berbeda-beda.. tetapi jika mereka melihat secara keseluruhan bersama.. maka didapatilah kebenaran itu.. berasal dari sebuah kesepakatan, bahwa handphone itu bentuknya ternyata "begitu" dan namanya 'handphone'.
Mari kita gunakan logika saja untuk menjawab pertanyaan sederhana ini, sebelum menggunakan dalil-dalil yang belum tentu masuk akal, dan belum tentu kita faham maknanya.
Contoh lain, jika ada orang egois.. yang melihat seekor anjing.. anjing itu dia namai kucing karena bulunya hampir sama dengan bulu kucing dan sama-sama hewan dan menyusui.
"Jadi dia berpikir, kenapa tidak diberi nama kucing juga? "maka dia akan katakan kucing itu anjing.. tapi orang-orang satu dunia sepakat binatang itu anjing, karena ciri-ciri khas anjing dan kucing itu beda.. walaupun sama-sama mamalia dan berbulu.
Dan siapa yang benar? tentu saja semua orang. Karena kebenaran itu adalah mutlak, dimana merupakan suatu kesepakatan bersama, yang mencakupi keseluruhan suatu objek. bukan pada satu sudut pandang saja.
Jadi intinya, jika suatu kebenaran dikatakan relatif.. itu belum mencapai kebenaran itu sendiri.. kebenaran relatif hanyalah opini yang dibuat dan didasari melalui kondisi psikologis pola pikir seseorang.
Kebenaran relatif belum tentu benar, karena hanya ego yang membenarkan itu
Dan sekali lagi, ego itu lah yang akan menyesatkan manusia, dibalik kepala batunya..
Dan sekali lagi, ego itu lah yang akan menyesatkan manusia, dibalik kepala batunya..
Merupakan buah yang tumbuh dari nafsu manusiawi, yang jika tidak dikendalikan "AKAL".. akan berdampak pada kebobrokan diri sendiri, merusak, bahkan lebih buruk dari binatang.
Contoh lainnya penebang pohon yang ingin membuat lahan (industri/perkebunan/pertanian/bandara), dengan menggunduli hutan. Kenapa dia ingin menebang pohon? ingin membuat lahan. Kenapa ingin membuat lahan? agar bisa makan. Kenapa ingin makan? Ya kalo gak makan mati lah! wkwkwkwk..
Nah sederhana kan kawan? jika kita hanya mengikuti kebenaran individu maupun diri sendiri.. itu memang benar, semua punya hak.
Tapi ditilik dulu apakah dampaknya melanggar hak orang lain atau tidak, dan apakah yang kita anggap benar juga dianggap benar oleh orang lain.
Seks itu enak? kata yang melakukan enak. Yang diperkosa enak? nah loh.
Jangan heran kenapa banyak pro dan kontra di muka bumi ini. Itu semua muncul akibat ego masing-masing individu, keserakahan, kesombongan dan sebangsanya nafsu itu sendiri.
Cobalah untuk saling mengerti, dan fahami. Jangan menganggap diri sendiri itu benar. Belum tentu kita benar, karena manusia tidak ada yang sempurna.. walaupun hakikatnya manusia adalah makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna. (What the Maksud?)
(Maksud : )
Dari semua makhluk di muka bumi, manusia yang bisa lakukan segalanya, jadi apa saja.
Bisa terbang seperti burung dengan pesawat, bisa berenang seperti ikan, bahkan bisa membunuh dan menghancurkan seperti binatang buas. Semuanya berkat "akal"
Tetapi di kalangan manusia sendiri, masih banyak kecacatan.. cacat fisik maupun batinnya.
Akal yang sudah di anugrahkan kepada kita, sebaiknya dipakai untuk mengendalikan nafsu kita. Jangan biarkan nafsu yang memperbudak akal.
*Penutup
Yak sekian artikel saya yang juga bobrok ini, semoga bermanfaat. Jika dirasa anda selaku pembaca ingin menyanggah atau tidak setuju, bisa ikut berdiskusi dengan saya di kolom komentar.
Mohon maaf atas typo yang ada, dan khilafnya. Jika dirasa artikel saya masuk akal, jangan pernah berhenti lah menggunakan akal. okee ;)
Sekian, Wasallam.